Tags

, , ,

statik.tempo.co

Beberapa hari yang lalu si Ijo saya sakit nih sobat. Loh, siapa si ijo si za, orang ya ?

O iya saya lupa nih cerita tentang si ijonya saya. Dia adalah sepeda motor kredit pertama yang saya beli menggunakan uang sendiri dan saat ini sedang saya perjuangkan pembayarannya. Nah, sakitnya si ijo ini bermula ketika saya baru pulang dari objek wisata Namu Sira-sira (tentang ini nanti deh saya ceritakan). DI perjalanan pulang tiba-tiba saat ingin mengklakson mobil yang nyalip di depan saya, tiba-tiba klakson tidak berbunyi dan alhasil saya akhirnya mengeluarkan suara fals saya sebagai peringatan kepada supir mobil yang ugal-ugalan tersebut. Sesampainya dirumah saya mencoba mencari tahu ada apa gerangan yang terjadi ama si ijo. Belum berumur 6 bulan kok tiba-tiba dah sakit gini.

Bongkar sana bongkar sini, saya pun menemukan….

Masalah berikutnya. Lampu rem tiba-tiba tidak menyala, lampu netral saat posisi on juga tidak menyala, lampu sein juga sama kondisinya. Di starter pun si ijo tetap tidak bersuara. Akhirnya saya coba engkol, dan solusi lampu netral dan sein teratasi, namun tetap ketika mati starter tetap tidak hidup dan lampu rem masih mati.

Akhirnya saya coba bertanya pada teman yang mengetahui soal kendaraan bermotor. Ia pun menyarankan saya untuk memeriksakan sekring dan lampu rem, yang kemungkinan putus atau rusak. Karena gak tahu posisi sekring dimana, saya pun membawa si ijo langsung ke bengkel dekat kampus. Nah kepada mekaniknya saya keluhkan soal penyakit si ijo, dan si mekanik pun terdiam sekitar 2 deti seperti memikirkan sesuatu. Ia lalu menghidupkan si ijo, lalu mematikannya. Dan lalu ia membuka bagasi, si ijo masih tetap diam. Ia lalu memeriksa dan membuka sebuah penutup yang berada di areal kosong dalam bagasi dan taraaa ternyata disitu tersembunyi baterai. Si mekanik pun membuka beberapa kabel yang sepertinya adalah kabel penghubung kutub positif dan negatif yang mengacu ke baterai. Dan sebuah benda kecil berukuran kurang dari 1 senti lebih pun ditunjukkan ke saya. “Ini masalahnya mas, coba beli di toko lalu kembali lagi kemari. Saya pun pergi membelinya. Harga si benda kecil alias sekring ini hanya Rp. 2000 saja dengan kekuatan 10 Ampere. Lalu si kecil ini pun saya berikan kepada sang mekanik yang langsung memasangnya dengan gesit. Beberapa detik kemudian, ketika dinyalakan lagi, si ijo kembali seperti yang dulu. Bisa berteriak nyaring lagi saat klaksonnya di tekan.

Nah, masalah berikutnya adalah lampu rem. Setelah dibongkar ternyata lampunya putus, dan akhirnya setelah diganti dengan lampu baru (harganya Rp. 4000) lampu rem pun hidup kembali. Sekarang si ijo kembali gagah seperti dulu saat saya bertemu dia untuk pertama kalinya. Sehabis berterimakasih dengan si abang mekanik dan tak lupa memberinya uang rokok, saya pun melanjutkan perjalanan bersama si ijo kembali mengarungi SUMUT. J

About these ads