MELEPAS PENAT DENGAN MENDENGAR LAGU BATAK

Sore – sore pulang kuliah. Wah, rasanya badan ku udah kayak ditimpa 1000 gunung. Punggung pegal, kepala pusing mengingat tugas yang menumpuk. Wah – wah. Sehabis mandi, tidak lupa pula pakai baju dan celana, langsung kupasang headsheet di telingaku, dengerin lagu batak kesukaanku.

hm, siapa sih yang gak tahu Sumatera Utara. Emang kebanyakan orang mengenalnya dengan Medan, padahal Medan itu adalah ibukota provinsi sumut. Lalu apa istimewanya provinsi ini? Ya, pasti para pembaca tahu tentang Danau Toba, atau pernah berkunjung kesana. Sumut, memiliki berbagai macam budaya dan suku – suku didalamnya.

Namun kebanyakan orang mengenal Batak saja sebagai suku di Sumut. Padahal Batak terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Angora, Batak mandailing, dan Batak Simalungun. Nah, disini letak keunikannya. Pembaca tahu atau pernah gak mendengar lagu batak. Tau lagu sinanggar tulo, alusiau, atau butet (wah yang gak pernah kasihan banget, hehe piss).

Biasanya nih kebanyakan lagu batak berisi lirik yang mendayu – dayu, slow, easy listening dan mengandung makna ditiap liriknya. Contohnya lagu Anakku na Burju yang berisi tentang pesan orang tua  pada anaknya. Wah, pokoknya dengerin lagu batak pas banget disaat kita lagi suntuk dengan kehidupan. Meskipun gak tahu artinya, namun kebanyakan orang suka mendengar alunan musik dan suara indah dari penyanyinya. Buat yang belum pernah dengerin, cobain deh pasti ketagihan : )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s