KEGIGIHAN MENGUBAH KEHIDUPAN

Sudah lama sekali saya tidak menulis tentang kisah – kisah orang yang memiliki sesuatu yang berbeda dari orang lain. Padahal banyak sekali kisah – kisah yang ingin saya bagikan kepada teman – teman pembaca. Syukur – syukur kalo cerita yang saya bagikan memiliki manfaat yang besar dan memotivasi diri teman – teman pembaca. Untuk mempersingkat, akhirnya dengan perjuangan mengingat saya berhasil merangkum semua cerita yang pernah saya dapat dulu, dan inilah cerita pertama saya. Harap maklum apabila tulisan saya masih kacau balau, wajar masih terbilang newbie🙂

Cerita kali ini saya dapatkan dari pengalaman hidup seorang teman saya. Panggil saja dia Aman. Ya, mungkin dulu orang tuanya berharap segala hal yang akan dia hadapi ketika dewasa dapat dijalaninya dengan aman dan tentram (alah kok malah ngasal).

Aman adalah anak pertama di keluarganya. Ia memiliki 4 saudara yang semuanya laki – laki. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang sangat sederhana. Ayahnya telah meninggalkannya ketika Aman masih duduk di kelas 3 SMA. Padahal ketika itu Aman akan menghadapi ujian nasional. Depresi, stres, putus asa karna ditinggal seorang kepala keluarga yang sangat ia sayangi mungkin dialami Aman. Namun yang membuat saya salut padanya adalah ia tidak pernah menunjukkan kesulitan yang ia hadapi kepada teman – teman dan orang – orang di sekitarnya. Senyum selalu ia bagikan kepada kami. Namun kami tahu bahwa dia memiliki beban yang berat dalam dirinya. Apalagi ia merupakan anak pertama yang otomatis bertanggung jawab kepada ibu dan adik – adiknya.

Suatu hari, Aman mendatangi saya. Ia menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Ya, mungkin hanya dengan saya Aman mau berbagi tentang masalahnya. Pasalnya bukan bermaksud narsis, memang ketika itu saya sering dijadikan tempat curhat oleh teman – teman saya. Entah karna saya selalu terlihat santai atau sesuatu hal yang kata mereka bijak, pokoknya teman – teman selalu datang kepada saya.

Aman menceritakan kepada saya akan kebingungannya saat itu. Ia masih belum siap menerima kenyataan bahwa dia harus menggantikan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Padahal ia masih bersekolah, bahkan akan menghadapi ujian sebentar lagi. Saya pun bingung bagamana cara mengatasi masalah yang sedang dihadapi Aman, karna saya sendiri pun masih ditanggung sama orang tua untuk hidup. Tetapi saya teringat akan kisah seorang anak SD yang diceritakan oleh ibu saya ketika saya SMP. Anak SD itu dengan tulus merawat Ibunya yang sakit – sakitan, bahkan ia sampai merelakan dirinya untuk bekerja walaupun ia masih sangat kecil untuk bekerja.

Seketika itupun saya melihat secercah semangat dalam diri Aman. Jiwanya mulai bangkit. Pikirannya mulai termotivasi. Saya ingat ketika itu ia berteriak, “Anak kecil saja bisa, kenapa aku nggak! Aku pasti bisa! Ya, Aku pasti bisa!”. Lalu sepulang sekolah Aman langsung pulang dengan semangat yang tidak pernah saya duga. Akhirnya Aman memiliki pekerjaan. Walaupun hanya sebagai kuli angkut pasar, namun hal itu bisa menghasilkan baginya. Sibuk bekerja, namun Aman pun tidak pernah melupakan ibadah dan tentang ujiannya. Pagi hari ketika orang – orang masih tertidur, ia sudah bangun untuk bekerja. Saat orang – orang baru terbangun untuk melakukan aktifitas, ia telah sampai di kelas dan belajar. Sepulang sekolah ia melanjutkan kembali pekerjaannya. Sore hari ia pulang dan masih bisa menyempatkan dirinya untuk membantu ibunya mengurus rumah. Malam hari ia melanjutkan dirinya untuk belajar. Tepat jam 12 malam ia pun tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Seperti itu terus – menerus sampai akhirnya kami pun lulus SMA.

Walaupun ia masih bekerja, Aman punya cita – cita besar dalam dirinya. Ia ingin melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Walaupun ia tahu ia tidak sanggup untuk membiayai pendidikannya. Namun Aman tidak menyerah. Ia berusaha dan terus berusaha, sampai akhirnya seorang dermawan melihat kegigihannya. Aman mendapatkan hasil dari usahanya selama ini. Ia telah mendapatkan tawaran beasiswa untuk kuliah.

Ya, Aman sahabatku. Ia adalah sosok yang begitu hebat. Kegigihan dan ketidak menyerahannya dalam menghadapi masalah menjadi motivasi saya. Kata – katanya yang selalu saya ingat adalah Masalah tidak akan selesai apabila kita tidak berani menyelesaikannya. Hadapi masalah itu layaknya kita sedang menghadapi komputer mati, yang tidak akan hidup apabila kita tidak mencolokkan coknya pada sumber listrik”  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s