SENYUM MANIS NENEK TUA

Hari ini aku pulang seperti biasa. Ribuan penat lelah memberatkan tubuhku. Bahkan berjalan pun rasanya aku tak sanggup lagi.Aku berdiri seorang diri menunggu jemputan pulang kerumah yang nyaman. Ketika mobil biru tua dengan pintu samping yang unik datang, aku langsung masuk mengambil tempat persinggahan sementaraku hingga aku sampai ketujuan sebenarnya. Sungguh nyamannya tempat itu. Lalu perjalanan ku pun dimulai. Mobil tua itu mulai melakukan tugasnya mengantar setiap orang yang singgah di dalam tubuhnya. Sedikit demi sedikit mereka berkurang. Hingga tinggal aku dan supir tua yang asyik mendendangkan lagu batak dengan gayanya yang membuatku sedikit tertawa.

Malam semakin larut. Dan angkot tua itu semakin melambatkan lajunya.Dan kini kumerenungkan hidupku. Dengan seribu masalah yang memutar – mutar di kepalaku. Beasiswa, kuliah, DO, putus asa, IP rendah, semua itu seakan berbisik halus ditelingaku. Ingin rasanya ku memaku otakku agar ia bocor dan mengeluarkan semua pikiran yang menyusahkan itu. Ah,,, mengapa hidupku ini sulit sekali!!

Tiba – tiba angkot tua itu terhenti didepan gang yang sangat gelap. Seorang wanita tua naik bersama seorang anak kecil. Aku yakin itu cucunya, karena tidak mungkin wanita setua itu melahirkan lagi. Pasti ia sudah meregang nyawa bila itu terjadi.

Bocah kecil itu terlihat riang sekali. Mulut mungilnya selalu mengoceh setiap kali ia melihat benda di sekelilingnya. Aku yakin ia bakal jadi orang yang sangat cerdas di masa depan atau jadi orang yang menyusahkan tergantung bagaimana ia dididik oleh kedua orang tuanya. Nenek tua itu terlihat dengan sabar menjawab setiap pertanyaan. Walau ada beberapa pertanyaan yang ia tidak bisa jawab, namun ia menggantinya dengan senyuman kepada cucunya.

Aku hanya terpaku memandang fenomena itu. Dipikiranku hanya mempertanyakan, mengapa nenek itu  bisa sangat sabar menghadapi cucunya yang bawel itu? Padahal umurnya sudah sangat tua. Bahkan berjalan pun ia sangat susah. Mengapa aku yang semuda ini langsung menyerah padahal perjalananku masih panjang.

Aku terpaku sejenak. Senyuman penuh kesabaran dari nenek tua itu tiba – tiba menginspirasi diriku. Seakan tumpah semua masalah dari otakku. Aku kembali bergairah. Semagat ku timbul kembali. Senyuman itu telah memberiku motivasi baru. Hidup ini akan dilalui dengan berbagai masalah, karna masalah adalah pelengkap hidup. Hadapi itu dengan senyuman dan semangat yang membara. Jangan putus ada!

Nenek tua dan senyumannya yang indah, terimakasih atas motivasi dan pelajaran yang telah kau beri kepadaku. Kini aku telah bengkit dan takkan menyerah dengan masalah yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s