KETIKA PERASAAN ITU DATANG…. Bag. 2

Ketika mencintai seseorang

Halalkan ia dengan nama Tuhanmu

Jagalah ia dengan hati dan ragamu

Bimbing ia agar ia selalu merasa nyaman berada disampingmu

 

Flash Back 3 tahun lalu………………

Ya Allah, berikan hamba kekuatan melawan rasa ini

Kembali Alif menulis sepenggal puisi di agenda 100 halamannya. “ Mungkin aku harus menulis sebuah surat untuk mengungkapkan isi hatiku padanya “, gumam Alif dalam hati.

“ Tapi, dosakah bila aku menyatakan perasaanku padanya ? Ya Allah, hamba benar – benar bimbang. Bimbinglah hamba dari kebimbangan ini Ya Allah “.

Malam itu Alif menunaikan sholat Istikharah.

“ Ya Allah “, pinta Alif ketika berdoa.

“ Hamba tahu bahwa engkau sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan zina. Maka bimbinglah hamba agar hamba tidak terjebak kedalam dosa itu. Ya Allah, engkau yang menciptakan manusia. Engkau pula yang memberikan mereka rejeki, makan dan tempat tinggal. Dan Engkau pasangkan mereka dengan jodoh yang telah Engkau tentukan. Berikanlah hamba jodoh yang terbaik Ya Allah. Ya Allah, Engkaulah yang memberikan cinta pada manusia. Hamba sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada seorang gadis. Hamba takut bila cinta hamba ini melalaikan hamba sehingga hamba melupakan kewajiban hamba padaMu Ya Allah. Bimbinglah hamba agar hamba tidak tersesat. Ya Allah, hamba ingin mengutarakan perasaan hamba ini kepada gadis itu, ini hamba lakukan agar hati hamba tidak lagi berkecamuk dengan rasa penasaran. Bila Engkau izinkan, maka lancarkanlah niat hamba ini. Bila tidak, maka tunjukkanlah jalan terbaik buat hamba Ya Allah. Amin “.

*******************************************************************************************

“ Alif, ayo! Teman – teman yang lain dah pada nunggu di bus tuh. Mau ditinggal ente “, teriak Sobrin pada Alif yang sedang sibuk mengemas barangnya.

“ Iya, ni juga udah beres”, jawab Alif.

“ Surat ini, ya dengan surat ini aku akan menetralisirkan semua kebimbanganku “, gumam Alif dalam hati seraya menggenggam secarik kertas yang terlipat rapi di tangannya.

Hari itu adalah hari Traveling. Alif dan teman – temannya akan bertamasya sekaligus mengadakan bakti sosial ke suatu desa yang jauh dari kota. Selain itu, hari itulah kesempatan Alif untuk menyatakan perasaannya pada Aisyah.

“ Oke, di desa inilah kita mengadakan bakti sosial. Buat teman – teman yang telah diberi amanah untuk mengurusi keperluan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini, silahkan memulainya “, komando ketua kegiatan.

“ Satu lagi, mohon untuk akhwat dan ikhwan tidak melakukan hal yang kurang baik dimata Allah. Ingat, ada yang mengawasi kita diatas sana. Tetap jagalah syariat agama dimana pun antum berada “, pesan ketua panitia pada seluruh peserta.

“Na’am !! Insya Allah !!! Allahu Akbar!!! “, jawab seluruh peserta.

“ Bagaimana caraku untuk menyerahkan surat ini ? “, gumam Alif dalam hati. Lalu ia berpikir sejenak.

“ Aisyah, Catatan untuk kegiatan ini ada ama anti ? kalau boleh ana pinjam “, kata Alif pada Aisyah yang sedang sibuk mengemasi sembako.

“ Ada. Untuk apa akh ? “, jawab Aisyah.

“ Tidak, ana sekedar ingin mengecek apakah semua keperluan yang dibutuhkan telah tersedia “, balas Alif yang kebetulan memegang amanah sebagai koordinator kegiatan.

“ Oh, kebetulan catatan resminya masih dipegang oleh Akh Sobrin. Tapi, ana ada nyatat juga di buku. Bentar ya akh, segera ana ambilkan “.

“ Ini akh “, kata Aisyah sembari meletakkan buku catatan di atas meja dan langsung diambil oleh Alif.

“ Syukron Aisyah, ana pinjam dulu bukunya “, jawab Alif yang segera meninggalkan Aisyah.

“ Alhamdulillah. Baiklah ini kesempatanku ”, Alif segera membuka buku catatan Aisyah. Namun ketika ia hendak menyelipkan secarik kertas pada halaman tengah, tiba – tiba dari arah belakang….

“ Hayo akh, anta ngapain ? “, kata Sobrin pada Alif yang terkejut.

“ Eh, gak ada akh. Ana hanya ingin mengecek peralatan  yang dibutuhkan saja “, jawab Alif cepat.

“ Oh, ya deh akh. Selesaikan urusan anta. Habis tu, ayo bantuin kawan – kawan yang lain. Mereka sangat membutuhkan pertolongan anta “, jawab Sobrin. “ Iya Akh, Insya Allah ana akan bantu “, jawab Alif. Lalu Sobrin berlalu meninggalkan Alif untuk memantau para peserta yang lain.

“ Hm “, Alif termenung sejenak. “ Mungkin lebih baik aku simpan saja perasaan ini. “, gumam Alif dalam hati.

Ia pun menutup buku catatan itu. Lalu pergi menemui Aisyah.

“ Ukhti, ini bukunya. Syukron ya “, kata Alif pada Aisyah sembari meletakkan buku tersebut diatas meja. “ Afwan akh “, jawab Aisyah.

Lalu Alif pergi meninggalkan Aisyah menuju ke tempat peserta lainnya. Di tengah perjalannya, ia menoleh kebelakang. Dipandanginya Aisyah yang sedang sibuk membereskan sembako. Ia tertegun beberapa saat, lalu tersenyum.

“ Aisyah, engkau adalah salah satu wanita yang sempurna dimataku setelah ibuku. Dan andai kau tahu, engkau telah memikat hatiku yang rapuh ini. Tapi kini kan kubiarkan perasaan itu pergi. Biarlah suatu saat Allah yang bakal menyatukan kita dalam tali pernikahan atau tali persahabatan “, gumam Alif dalam hati. Lalu ia pun melanjutkan langkahnya.

**************************************************************************************

Sebuah cinta……

Biarlah ia menjadi rahasia

Antara aku dan ALLAH…………

Alif kembali menulis sepenggal puisi pada agenda 100 halamannya. Lalu ia pun tertidur dalam perasaan yang telah ia relakan.

Bersambung…………..

10 thoughts on “KETIKA PERASAAN ITU DATANG…. Bag. 2

  1. tak ada yang salah dengan mengungkapkan perasaan kok sob.. kalo tidak diungkapkan, bagaimana perempuan bisa tahu kalo laki2 tersebut menaruh hati padanya.. bagus ceritanya.. kabarin kalo ada edisi terbaru yaa🙂

  2. pandanglah cinta dengan hati mu , kita akan dapatkan manisnya cinta hakiki. he he jangan ikuti pepatah. Darimana datangnya lintah. Dari sawah turun ke sungai. Dari mana datangnya cinta. Dari mata turun ke hati.

    Padangan pertama adalah rahmat, selanjutnya …..? Khianat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s