KETIKA PERASAAN ITU DATANG… Bag. 4 (Tamat)

Jawab cinta itu dengan hatimu
Cinta karena Allah

Bukan karena nafsu…

 

 

“ Bismillah”, gumam Alif didalam hati sambil menarik napas.

“ Hm… Pak, saya menyadari bahwa saya memang jauh dari kriteria yang Bapak ajukan. Saya akui bahwa saya bukanlah orang yang pintar. Saya juga tidak memiliki banyak harta. Saya tahu, wanita seperti Aisyah harusnya memiliki pendamping yang terbaik untuknya.”, jawab Alif.

“Pak Alif, anda..?”, balas Pak Ujang yang kebingungan dengan jawaban Alif. “ Jadi, anda menyerah ?”, jawab Ayah Aisyah.

“Hmmm…”, Alif menarik napas dalam – dalam. Diperhatikannya Pak Ujang lalu Aisyah yang mengintip di balik pintu dapur. Tiba – tiba ia tersenyum ketika menyadari ada Aisyah yang menunggu jawaban darinya dari balik pintu.

“Tidak Pak. Saya tidak menyerah”, jawab Alif. “Lalu, bagaimana kriteria yang saya tawarkan, bukankah tidak satupun kriteria tersebut ada dalam diri anda”, tanya Ayah Aisyah.

“Ada satu Pak, kebahagiaan Aisyah”, jawab Alif dengan penuh percaya diri. “Kebahagiaannya. Bagaimana mungkin kamu bisa menjamin kebahagiaannya, kamu saja tidak memiliki harta, kepintaran juga jabatan. Kamu mempermainkan saya ya!”, balas Ayah Aisyah.

“Tidak Pak, saya serius. Memang saya tidak berharta banyak, karena saya menyadari bahwa harta hanyalah titipan dari Allah semata. Harta bisa dicari, asal seseorang itu mau berikhtiar. Begitu juga jabatan. Cukuplah saya seperti diri saya sendiri. Walau hanya bisa membangun perusahaan kecil – kecilan, namun itulah rejeki yang diberikan  Allah untuk saya kelola. Meskipun tidak terlalu banyak, Insya Allah, saya tetap bisa menghidupi istri dan anak – anak saya, bahkan orang lain yang membutuhkan bantuan saya. Saya juga bukanlah orang yang pintar. Tapi saya selalu berusaha agar saya tidak melupakan kewajiban saya sebagai seorang Muslim. Walaupun ilmu saya sedikit, tapi saya selalu membagi ilmu yang saya kuasai ini, karena saya yakin ilmu itu bukanlah alat pamer – pameran semata. Ilmu yang kita miliki juga sama seperti harta. Ada hak orang lain didalamnya. Tentang membahagiakan Aisyah, saya yakin Pak saya bisa. Selama saya mengikuti perintah Allah, sebagai seorang suami yang membimbing keluarganya menuju keluarga yang sakinah”, jawab Alif.

“Hm, lalu bagaimana kalau saya menolak lamaran anda ?”, tanya Ayah Aisyah balik. “Saya akan meng-ikhlaskannya Pak”, jawab Alif.

“Apa kamu yakin ?”, tanya Ayah Aisyah lagi. “ Ya Pak, saya yakin. Karena saya tahu Allah lah yang mengatur kehidupan manusia. Ia yang mempertemukan antara wanita dan pria. Apabila Aisyah bukan jodoh saya, saya terima akan hal itu. Karena saya yakin, apa yang menurut saya baik belum tentu itu baik bagi saya, sedangkan apabila kebaikan itu dari Allah, itulah yang terbaik bagi saya. Saya meng-ikhlaskan semua Pak. Untuk kebaikan Aisyah”, jawab Alif dengan kesungguhan hatinya.

“Pak Alif…”, terlihat Pak Ujang menahan air matanya mendengar jawaban Alif.

“Subhanalloh, anda sungguh luar biasa. Seperti inilah menantu yang selama ini ku tunggu”, teriak Ayah Aisyah.

“Maksud Bapak?”, tanya Alif yang masih belum tersadar lamarannya diterima.

“Kapan kamu dan orang tuamu datang kemari lagi. Lebih baik secepatnya kita bicarakan akad nikahnya”, jawab Ayah Aisyah.

“Alhamdulillah, Pak lamaran Bapak diterima”, teriak Pak Ujang menyadarkan Alif.
Alif yang masih tidak percaya, memandang Pak Ujang. “Benarkah ini Allah. Alhamdulillah”, kata Alif mengucap syukur.

Dari balik pintu dapur, terlihat Aisyah. Ia tersenyum.

3 hari kemudian Alif membawa orang tuanya bertemu orang tua Aisyah untuk membicarakan masalah akad nikah mereka. Akhirnya mereka pun menikah dengan acara yang sederhana. Ada kerabat, sanak – saudara, karyawan Alif dan tentu saja sahabat mereka berdua terutama Sobrin. Ia datang bersama istri dan 2 orang anak kembarnya.

Di malam pengantin…..

            Aisyah yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat secarik kertas lusuh.Di belakang kertas itu ada sepotong kertas lagi. Aisyah pun membaca surat itu.


Medan, 23 Januari 2012               


Assalammu’alaikum wr. Wb

 

Untuk seorang wanita membuatku jatuh cinta…

Ana tahu, cinta itu adalah fitrah manusia yang diberikan Allah kepada kita. Ana juga tahu, cinta yang tidak diolah dengan baik akan menjerumuskan hati ke dalam lembah kemaksiatan, dan ana sungguh takut akan hal itu. Allah memberikan cinta bukan hanya untuk kita rasakan, namun juga kita renungkan. Ana tidak ingin bila cinta ini, cinta yang sedang ana rasakan menyita waktu ana dan mengacuhkan perintah-Nya.

Untuk wanita yang membuatku jatuh cinta

Kecantikan, kegigihan dan ketaqwaan ukhti pada-Nya membuat ana takjub untuk mengagumi ukhti. Bukankah baginda Rasulullah bersabda :

“Wanita itu dinikahi karena 4 hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, maka engkau akan beruntung.”

Untuk kriteria terakhir ana rasa ukhti memiliki segala yang dikriteriakan Baginda Rasulullah sebagai istri yang baik dan soleha. Namun ana hanyalah seorang biasa yang tidak dapat memastikan bahwa ukhtilah pendamping hidup yang dijanjikan Allah untuk ana.

Untuk wanita yang telah memikat hati ana

                Sekilas cinta itu memang indah untuk dirasakan dan dinikmati. Namun dari cinta juga para setan mengumpulkan jebakan yang akan menjerumuskan kedalam lubang kemaksiatan. Baginda Rasulullah menyuruh ana untuk bersegera menikah bila ana telah mampu, atau memilih berpuasa untuk menahan godaan cinta itu. Pilihan pertama, ana masih belum siap secara materi. Ana rasa pilihan kedua yang terbaik saat ini untuk ana jalani.

                Afwan bila ana telah lancang menyatakan perasaan ana kepada ukhti. Namun ini ana lakukan agar ana tidak ragu lagi dengan apa yang ana rasakan, karena ana takut melakukan sesuatu yang ragu.

Untuk wanita yang telah memikat hati ana…

                Allah berfirman :

                “ Ia (Allah) yang menciptakan bagimu pasangan dari jenis kamu sendiri”.

                                                                                [QS: Ar-Rum ayat 21]        

                Cinta ana kepada ukhti sudah ana rasakan saat ana pertama kali melihat nama ukhti menjawab protes ana akan ketidakjelasan suatu masalah disebuah situs kampus. Padahal ana tidak pernha kenal ukhti, bahkan wajah ukhti pun ana tidak tahu. Entah ini namanya jodoh atau hanya nafsu setan belaka. Ana hanya bisa berikhtiar kepada Allah agar ana dijauhkan dan dilindungi dari godaan setan yang bersembunyi dibalik cinta ana.

                Mungkin sampai disini surat ana. Semoga apa yang ana rasakan ini tidak jadi sesuatu yang membawa bencana.

                Wassalammu’alaikum Wr. Wb

                                                                                                                                                               

 

                                                                                                                                                                                Alif

 

Setelah membaca surat itu, Aisyah membalik sebuah catatan kecil. Isi catatan itu..

“Aisyah istriku, ini adalah surat cinta yang ingin kuberikan padamu 3 tahun lalu. Namun saat itu hatiku menolak untuk memberikannya. Sungguh Maha Besar Allah. Ia memberikan jalan kepadaku agar rasa cinta itu kuungkapkan setelah aku menikahimu. Benar – benar indah rencana yang ia buat untuk kita.
Kini kau telah kumiliki. Semoga aku bisa jadi suami dan imam yang bertanggung jawab atas keluargaku. Dan kau menjadi bidadariku yang selalu ada untuk mendukungku, menyayangiku, merawatku dan menjadi penyemangat hidupku. Salam sayangku untukmu Aisyah”

Selesai membaca catatan itu, Aisyah terlihat meneteskan air mata. Air mata bahagia. Ia tidak percaya selama ini Alif memendam perasaannya karena ketakutannya kepada Allah. Dalam hati Aisyah ia mengucap syukur berulang kali karena Allah telah mempertemukan ia dan Alif.

Dari balik tirai pintu Alif tersenyum melihat Aisyah.

 

Cinta itu kini telah bersatu

Bersatu karena Allah

Bertemu karena Allah

Berjalan karena Allah

Dan

Berpisah karena Allah

Setiap insan telah memiliki jalannya masing – masing.

Semua tergantung bagaimana insan itu memilih jalan tersebut.

Seperti itu juga cinta

Cinta yang dimulai karena ketaatan dan ketakutan terhadap Allah

Akan menjadi sebuah cinta yang indah untuk dijalani

 

Selesai………………

13 thoughts on “KETIKA PERASAAN ITU DATANG… Bag. 4 (Tamat)

  1. subhanallah menarik sekali ceritanya. walau sepertinya ada kesengajaan admin mambuatnya bersambung2…
    mudah2n bisa segera menyusul ne…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s