[MUHASABAH] KACA YANG BERDEBU

Coba resapi lirik dibawah ini :

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia tersalah
Namun janganlah lukai hatinya

Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman

Ini adalah lirik sebuah lagu yang dibawakan oleh Al-Maidany. Judulnya KACA YANG BERDEBU. Pertama kali mendengar lagu ini, jujur saya sama sekali tidak mengerti maksud dari lagu tersebut. Namun setelah diulang berulang kali, baru ngerti apa maksud dari liriknya. (maklum, saya lama nangkap..hehe :D)

Kisah dari lagunya nih, yaitu mengenai bagaimana cara menghadapi seseorang dan menasehatinya. Disini dikiaskan, seseorang itu seperti sebuah kaca yang berdebu. Karena terbuat dari kaca, apabila kita ingin membersihkan debu darinya tidak boleh terlalu kuat dan terlalu lembut. Kalau terlalu kuat, bisa – bisa kaca tersebut bakal retak lalu pecah. Kalau terlalu pelan pun, debu yang berada diatasnya tidak akan benar – benar bersih. Begitulah juga hati seseorang. Kadang ketika menasehati seseorang, bila kita terlalu keras padanya ia akan sakit hati, dan akan terus melakukan perbuatan yang salah. Kalau kita terlalu lembut dalam menasehatinya, ia malah semakin melunjak (istilah jaman sekarangnya, dikasih hati eh malah minta jantung).

Ada ayat nih yang menjelaskan tentang pentingnya saling menasehati dalam hal kebaikan :

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.” [Al-Ma’idah : 2]

“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [Al-‘Ashr : l-3]

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar.” [At-Taubah : 71]

Dan juga sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam  :

“Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, dan jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.” [Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (49)]

Yup, dalam dilema hidup pastinya kita sering mengalami hal semacam ini. Ingin menasehati tetapi malah dimaki. Apalagi objeknya adalah orang yang kita sayangi. Ketika kita melihatnya melakukan kesalahan, ingin rasanya mencoba mengingatkannya, namun ternyata maksud baik kita belum tentu dapat diterima olah dirinya. Nah, kalau sudah begini, gimana dong cara kita menasehatinya ??

Coba perhatikan ayat – ayat dan hadis dibawah ini :

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah : 153)

“Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya)”. (QS. Al Qolam : 48)

“Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik”. (QS. Al Ma`aarij : 5)

“Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah”. (QS. Al Mudatsir : 7)

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu imam-imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar, dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”. (QS. As Sajdah : 24)

Rasulullah bersabda :

“Barang siapa banyak bersabar, Allah Ta`ala akan menjadikan dia seorang yang sabar, tidaklah pada seseorang diberikan satu pemberian yang lebih baik daripada rasa sabar dan tidak juga lebih luas daripada rasa sabar”.(“Shohiihul Bukhaariy (6943))

Yup, kuncinya adalah sabar. Ketika kita ingin menasehati dan mengingatkan orang lain, cobalah melakukannya dengan sabar. Hilangkan amarah, walau saat itu dirimu benar – benar marah dan kesal terhadap dirinya. Katakan nasehat itu dengan lembut, namun tidak terlalu lembut (istilahnya tegas tapi lembut). Insya Allah, asal kita Ikhlas, Tawakal pada Allah, maka usaha kita untuk mengingatkan orang yang kita sayangi agar tidak melakukan kesalahan lagi dapat terwujud.😀

17 thoughts on “[MUHASABAH] KACA YANG BERDEBU

  1. menurutku sih,
    kalau mau menasehati, harus mengenali pribadi orang yang mau dinasehati🙂

    cz ada orang yang hanya mau di dukung dan akan mempertahankan diri kalau ada nasehat yang cenderung tidak mendukung langkahnya. . . .

    heheheh. . . . repot juga sih😀

    niat baik, memerlukan cara yang tepat🙂

    • bener juga sih,,,
      setuju nih ama mbak ratna,, soalnya ada orang yang pendiriannya tu kuat, ampe dinasehatin pun tetap gak peduli…
      yang penting tergantung cara orang yang menasehatinya, mau dia berubah, ya harus sabar – sabar deh..🙂

  2. iya nich bank aku memang kurang sabar dalam menasehati- karena memang watakku yang keras dan gampang emotional

    semoga saya bisa menghapus debu tersebut dengan tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut
    dan dapat sabar dalam menhadapinya amin

    terima kasih bang reza

  3. semua tergantung niatnya, niat baik untuk menasehati sesama itu baik, diterima atau tidak kembalikan padaNya, yang penting sudah berusaha kan ya🙂

  4. Pakai clink, biar kaca langusng kinclong cuma sekali usap *Iklan gak penting*

    Ya, mari saling menasihati. Saling mendukung, memberi motivasi, saran, dan kritik, Bang Reza <– serasa manggil sendiri.

    Muhasabah di pagi hari😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s