[MUHASABAH] KETIKA KEGAGALAN ITU DATANG… SUDAHKAH KITA BERSYUKUR ?

Sujud

Pernahkah teman – teman merasa gagal ? Gagal dengan masalah rumah – tangga ? Gagal dengan pekerjaan ? Gagal dengan kuliah ? Gagal dalam mencapai cita – cita ?

Ketika dalam keadaan seperti itu, apa yang akan teman – teman lakukan ?

Apakah depresi ? Sakit hati ? Putus asa ? Merasa tak ada harapan lagi ? Lalu menyalahkan Allah mengapa memberikan cobaan seperti ini pada teman – teman ?

Nah, sekarang cobalah renungkan ayat – ayat dibawah ini…

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa : 147)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.” (QS. As Syura, 42 : 30)

Sekarang pertanyaan saya nih, termasuk buat saya sendiri, sudahkah teman – teman bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah pada teman – teman semua ?

Diberikan anggota tubuh yang lengkap. Diberi kemampuan untuk berpikir. Diberikan kemampuan untuk bersosialisasi. Dan terpenting, di beri kehidupan.

Lihatlah ayat dibawah ini :

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku. [QS Al Fajr : 15-16]

Yup, kalau teman – teman sependapat dengan saya berarti tersindir juga nih ye …😀

Nah, Ayat ini menunjukkan paradigma sebenarnya dari sifat manusia dan inilah sindiran Allah terhadap mereka yang tidak pernah bersyukur. Disaat kita berhasil meraih sesuatu, pasti kita puji – puji Allah, tapi tidak sepenuh hati karena kita hanya sekedar memuji-Nya dan menganggap ini semua karena usaha keras kita. Lalu ketika kita mengalami namanya kegagalan, mulai deh pujian – pujian tersebut berubah menjadi keluhan, tanpa sedikitpun ada rasa syukur ketika kegagalan itu dialami.

Jujur nih, saya juga pernah begitu😀 (ngaku…😛 )

Waktu jaman sekolah dulu saya sering takabur alias berlebih – lebihan dan sombong, ngerasa keberhasilan tu 96 % usaha sisanya dari Allah. Disaat itulah Allah mengingatkan saya dengan diberi kegagalan pas mau masuk sekolah favorit. Bukan malah bersyukur, eh saya malah semakin jadi anak bandel. Jarang solat, jarang ngaji dan selalu mengeluhkan kehidupan.

Lalu Allah kasih saya nikmat lagi, yaitu ketika saya berhasil memenangkan suatu perlombaan yang awalnya orang lain meremehkan saya. Disitu saya mulai ‘agak jadi hamba yang baik’. Saya mulai memperbaiki kehidupan saya. Ibadah mulai dijalankan dikit – dikit, walau 2 minggu sekali.

Terus Allah kasih saya lagi cobaan, dan tujuan sebenarnya untuk menguji saya apakah saya bakal membangkang lagi kayak dulu – dulu. Awalnya jujur, saya agak membangkang, apalagi saat itu adalah saat – saat yang paling drop bagi saya. Di remehkan orang, difitnah, dianggap tidak bakal mampu karena latar belakang ekonomi yang miskin.

Nah, disitulah Allah tu mulai dekat dan sangat dekat. Jujur loh, bukan maksudriya’atau pamer, tapi benar – benar terjadi ketika saya lagi drop – dropnya, putus asa, depresi, ingin menyerah aja, gak mau hidup lagi.

Saat itu saya terbangun di malam hari, karena seperti ada yang menuntun saya untuk melakukan solat malam. Ntah sadar atau nggak, ketika sujud akhir (sebelum duduk Tahyat akhir) saya berdoa yang isinya diberi kekuatan untuk menghadapi ujian yang saya terima. Tiba – tiba hati saya bergetar, seperti ada suatu zat yang menyentuhnya. Rasanya sejuk sekali. Ketika itu juga badan saya merinding, dan tiba – tiba menjadi sangat ringan, ringan sekali. Sampe akhirnya air mata saya tumpah seperti meluapkan semua masalah – masalah yang saya punya itu keluar. Setelah itu batin saya jadi lebih siap. Siap untuk melanjutkan perjuangan saya. Siap untuk menerima kegagalan. Pokoknya benar – benar siap. Dan akhirnya Allah kasih saya nikmat lagi, saya berhasil mematahkan hinaan seseorang tentang saya yang selalu meremehkan dan mengejek saya, yaitu dengan lulus di sebuah Universitas Negeri.

Nah, intinya nih coba sekali – kali deh ketika teman – teman di beri kegagalan, coba renungkan kegagalan itu. Apa yang jadi hambatan teman – teman sehingga teman – teman bisa gagal. Intropeksi diri, dan anggap kegagalan itu adalah batu loncatan keberhasilan teman – teman. Jangan pernah putus asa dalam berusaha.
Yakinlah Allah itu telah menentukan takdir manusia. Tapi ada takdir yang Allah berikan kepada manusia yang harus manusia itu sendiri mengubahnya. Dan ingat juga nih, jangan pernah lupa untuk bersyukur. Dengan bersyukur kita semakin menikmati hidup. Dengan bersyukur, Allah semakin dekat dengan kita. Dengan  bersyukur hati kita selalu yakin ketika melangkah.

Ada sebuah surah nih, dan surah ini selalu saya baca setiap saya mengalami depresi dan kegagalan….

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3. yang memberatkan punggungmu ?

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

[Al – Insyirah ; 1-8]

Silahkan renungkan..

43 thoughts on “[MUHASABAH] KETIKA KEGAGALAN ITU DATANG… SUDAHKAH KITA BERSYUKUR ?

  1. makasi bang uda sharing🙂
    aku suka topiknya🙂

    aku dulu juga pernah mengalami kegagalan disaat bener2 hampir berhasil.
    mungkin karena sombong. . . .

    semoga kita ditakdirkan menjadi hamba Nya yang ahli bersyukur🙂

  2. Pingback: Kita Tidak Pernah Tau | ekoeriyanah

  3. Pingback: ekoeriyanah

  4. subhanallah – bang (T.T) ” hal ini bener benr untuk saya bang (-̩̩̩-̩̩̩_ -̩̩̩-̩̩̩)

    Semoga Saya bisa lebih bersabar dan tetap bersyukur atas apa apa yang ALLAH berikan kepada Saya, Terima Kasih Bang Reza untuk muhasabahnya

    saya mau kasih rating 6 tapi gak ada, d(^.^”)

    • wah jangan sedih gitu dong mas Eko… ntar banjir..😀
      waduh, ampe rating 6 gtu… hehe
      Amin, sama – sama mas eko, saya hanya ingin berbagi dan saling mengingatkan aja..😀

  5. al-Insyirah ya🙂

    ana senang ada banyak saudara yg mengingatkan, pas banget postingan terbaru ana mau ttg ini.. hhe.. alhamdulillaah..

    • iya ukhti…
      sesama muslim kan emang dah punya kewajiban untuk saling mengingatkan…😀

      kalau lagi sedih, saya suka nih melantunkan surah ini, senang rasanya merenungkan pertolongan Allah..
      Apalagi surah ini juga di turunkan Allah sebagai penghibur Rasulullah disaat beliau mendapat ujian…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s