ANDAI AKU MENIKAH MUDA

 

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang,
kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar
menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)

“Umi jangan lupa bangunin aby buat sholat malam ya”, kata seorang pria disampingku. “Iya aby, Insya Allah kalau umi bangun duluan ya”, jawab seorang wanita dengan mesranya.

Dan ini adalah percakapan yang nggak sengaja saya dengar ketika seorang peserta dauroh siyasi mengingatkan istrinya yang saat itu hadir buat menemani sang suami. Kebetulan saya saat itu bertugas jadi ketua panitia dan sedang memantau keadaan peserta dauroh.
Yang mengejutkan saya, ternyata si peserta masih kuliah, umurnya pun beda 2 tahun ama saya. Lalu sang istri baru aja tamat S1. “Wah masih muda sudah menikah, belum tamat kuliah pula”, tanya saya dalam hati.

Daripada penasaran, akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya pada pria itu. Percakapan saya dengan beliau :

R (saya)

P (peserta)

R : “Assalammu’alaikum akhy”

P : “Wa’alaikumsalam akh. Mari akh makan kue buatan istri saya.” (kebetulan saat itu si peserta lagi makan sarapan buatan istrinya. Wah, lumayan buat ganjal perut.. hehe)

R : “Wah, syukron akhy. Ini buatan istrinya. Istrinya yang tadi ya.” (saya mulai memancing pertanyaan)

P : “Iya akh. Gimana lezat kan. Istri saya memang pandai dalam hal masak – memasak. Alhamdulillah saya gak salah pilih, hehe”

R : “Wah ternyata antum udah menikah ya akhy. Antum masih kuliah kan ?”

P : “Alhamdulillah akh. Ane masih kuliah. Baru semester 8. Usia ane pun baru 23 tahun. Istri ane juga umurnya masih 22 tahun, dan saat ini sedang ngambil S2 ”

R : “Subhanallah sangat muda. Antara nekat atau nggak. Ane penasaran nih akhy, alasan antum nikah muda. Bukankah menikah itu pilihan yang sulit, apalagi antum masih kuliah, gimana dengan nafkah istri ?” (tanya saya yang gak percaya)

P : “Haha, nikah itu memang sulit akhy. Tapi setelah menjalaninya, istiqomah, Insya Allah semuanya terasa nggak berat kok. Soalnya ane sudah melepas satu hal dosa yang biasa kita kenal dengan zina. Walaupun ane dan istri kuliah, kami punya usaha sendiri kok yaitu toko roti. Hasilnya Insya Allah cukup untuk kami berdua, bahkan bertiga kalau ada seorang anak diantara kami. Ane pun kerja sambil kuliah, kebetulan kuliah ane tinggal skripsi, jadi walaupun kerja nggak bakal menggangu jadwal kuliah”

R : “Hm, tapi akh kenapa harus begitu cepat, kenapa nggak menunggu sampe antum kerja dan mapan dulu?”

P : “Hm, awalnya ane kepikiran gitu juga akhy. Tapi saat itu ana kagum dengan pancaran istri ana. Mungkin itu yang namanya cinta. Sampe akhirnya ane konsultasi ama murabbi ana. Dan beliau menyarankan ana puasa atau menikah. Pilihan menikah saat itu menurut ana sangat sulit karna ana merasa kurang mapan. Tapi murabbi ana menyarankan solusi, yaitu dengan cara berdagang. Yup, Rasulullah dulunya adalah seorang pedagang, benarkan akhy ? (saya pun mengangguk). Akhirnya ana ajukan proposal kewirausahaan pada sebuah UKM kampus, dan Alhamdulillah proposal ana lulus. Dan dari sana awal ana memulai bisnis yang saat itu ana juga punya kerjaan sampingan di sebuah perusahaan, hingga akhirnya ana rasa sudah cukup untuk memulai keluarga baru, ana pun memberanikan diri untuk men-khitbah. Dan Alhamdulillah lamaran ana di terima, orang tuanya dan orang tua ana setuju. Lalu dengan mahar secukupnya ana menikahi istri ana”

P : “Untungnya menikah muda akhy, ana selalu merasa dilayani di rumah. Setiap capek pulang kuliah, ada istri ana yang menyediakan teh manis hangat plus pijitan di punggung. Masalah kesehatan pun ana gak repot lagi, sudah ada pakar kesehatan yang selalu memantau kesehatan ana. Beda dengan ketika ana masih sendiri, di kos, selalu makan indomie, bahkan pernah nggak makan karna lupa dengan tugas yang menumpuk. Juga ibadah, antum pernah dengar hadis ini :

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah
berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang
diamalkan oleh jejaka (atau perawan)”(HR. Ibnu Ady
dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

Itu salah satu keutamaan yang sudah menikah. Dan setiap malam, ana ada yang bangunin buat sholat malam, yang dulunya waktu sendiri ana jarang mendirikannya. Istri ana emang super.. hehe”

R : “Wah, keren akhy. Ana jadi pingin menikah juga nih,,”

P : “Hehe, lakukan aja akhy saat antum merasa sanggup dan yakin. Karna menikah itu bukanlah sebuah permainan. Satu lagi, daripada antum mendekati pacaran yang gak jelas arah dan tujuannya, menikah itu jauh lebih  baik dan sangat baik.

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

R : “Syukron akhy atas ilmunya. Insya Allah, semoga ana juga bisa menyusul, biar terlepas dengan yang namanya zina dunia.. hehe”

P : “Afwan akhy. Jangan lupa undang ana ya.. hehe”

Itu sekilas pembicaraan saya, yang semakin membuat saya jadi pingin cepat – cepat nikah. Mungkin nggak cepat – cepat seih. Sekitar 3 atau 4 tahun lagi, saat saya sudah menrasa mampu untuk berkeluarga.
Ayo siapa yang mau nikah muda..😀

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum
21)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang
telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah.
Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan
pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa
yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena
sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”
(HR. Bukhori-Muslim)

“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan
sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang
sholihah” (HR. Muslim)

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : 1.
Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. 2.
Budak yang menebus dirinya dari tuannya. 3. Pemuda / i
yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang
haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

“Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok.
Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh
manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya
maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)

 

14 thoughts on “ANDAI AKU MENIKAH MUDA

  1. Menikah muda dan dalam kondisi mapan adalah impian semua orang
    Tapi jika hal tersebut belum dikabulkan teruslah berprasangka baik terhadap Allah Swt
    Segera menikah mas kalau memang sudah siap
    Salam ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s