[MUHASABAH] HIDUP YANG SEMANIS MADU

images

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa minum madu setiap bulan dengan niat melakukan nasehat Al-Qur’an, maka Allah SWT akan menyembuhkannya darinya 77 penyakit”.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa ingin memiliki hafalan yang kuat hendaklah dia meminum madu”.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebaik-baik minuman ialah madu karena dia dapat mengkonsentrasikan hati dan menghilangkan dingin yang ada di dalam dada”.

Dari Imam Ali a.s. beliau bersabda: “Madu adalah obat dari segala penyakit, tiada penyakit di dalamnya, ia dapat menghilangkan lendir dan membersihkan hati”

Siapa sih yang nggak kenal dengan madu. Zat kental, berwarna khas dan manis ini telah menjadi favorit semua kalangan sejak jaman dahulu. Orang – orang sering menggunakannya untuk olesan roti, bahan campuran minuman, bumbu masakan bahkan menjadikannya obat untuk berbagai jenis penyakit. Luar biasa bukan. Lalu apa hubungannya dengan hidup ?

Madu dihasilkan oleh lebah. Dalam satu harinya, satu koloni lebah dapat menghasilkan sekitar 5 – 20 kg madu. Dalam proses pembuatan madu manis, di satu koloni lebah terbagi-bagi sebuah sistim daur kehidupan. Posisi utamanya ada seekor ratu yang bertugas untuk melahirkan para lebah-lebah tangguh penghasil madu. Lalu lebah pekerja yang memiliki tugas untuk mencari nektar dan serbuk sari. Dalam tugas pencarian ini mereka bisa menempuh jarak yang sangat jauh, karena serbuk sari dan nektar hanya dimiliki oleh bunga. Bayangkan kalau di sekitar sarang mereka hanya ada pohon saja, sedangkan taman bunga berada sekitar 10 km dari sarang mereka. Untuk ukuran sekecil mereka itu merupakan hal yang luar biasa. Dalam sehari mereka bisa pulang pergi 20 km. Kalau kita bayangkan untuk ukuran manusia, ibarat satu orang lelaki dewasa = 1000.000 ekor lebah x 20 km = jarak yang di tempuh adalah 20.000.000 km, luar biasa. Belum lagi apabila dalam tugasnya mereka mendapat gangguan dari manusia atau hewan lain. Lebah akan menyerang apabila mereka merasa terganggu. Untuk melindungi dirinya seekor lebah akan menusukkan sengatnya pada lapisan epidermis musuhnya. Namun sayangnya yang terjadi sengat lebah akan tertinggal pada epidermis tersebut yang menyebabkan kantung sengat di dalam perut lebah terlepas dan menyebabkan lebah tersebut mati. Sungguh pengorbanan yang luar biasa.

Namun di balik pengorbanan tersebut, para lebah tetap berusaha melaksanakan tugasnya dengan baik. Lebah-lebah yang yang telah berhasil mengumpulkan nektar dan serbuk sari akan kembali ke sarang mereka. Lalu nektar dan serbuk sari pun diolah dengan proses kimiawi yang dihasilkan para lebah tersebut. Dan terciptalah madu yang manis.

Begitu pula hubungannya dengan hidup kita. Terkadang untuk mendapatkan kehidupan yang enak dan indah, ada proses-proses yang harus kita lalui. Kita sering menyebut proses tersebut sebagai masalah. Kebanyakan manusia terkadang semangat untuk masalah pertama namun tidak semangat untuk masalah berikutnya. Kita cenderung ragu, bahkan lebih parahnya lagi putus asa. Tahukah anda kalau lebah selalu optimis dalam menjalankan tugasnya. Ya, mungkin ada yang bilang karena mereka tidak punya akal dan hanya hewan kecil yang tidak bisa dibandingkan dengan manusia. Tapi malah sebaliknya, lebah lebih hebat dibandingkan manusia yang sering putus asa. Itu terjadi karena mereka selalu percaya kalau Allah selalu melindungi mereka.

Dalam Al-Quran disebutkan :

“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”  (Surah an-Nahl: 68-69)

Luar biasa bukan. Lalu bagaimana dengan kita. Akankah kita perjuangkan hidup ini, bertawakal dan menghasilkan kehidupan yang manis, sama seperti manisnya madu ?

3 thoughts on “[MUHASABAH] HIDUP YANG SEMANIS MADU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s