HARIKU BERSAMA Al-Huda

images

Bentuknya kecil. Berupa sebuah buku kecil, segi empat tak sempurna. Berisi ratusan lembar halaman berwarna kuning cerah. Aku membelinya saat masih SMA, dengan sebuah niat aku akan menamatkan bahkan menghapal seluruh isinya. Ya, itu merupakan sebuah amalan yang ada di dalam kepercayaanku. Saat itu aku sangat rajin membacanya. Dikala malam saat semua orang masih tertidur lelap. Dikala siang, di saat waktu senggang. Atau di saat aku ingin tertidur dengan lelap dari capeknya kehidupan dunia. Aku sangat senang bersamanya. Aku senang saat membaca setiap tulisan yang ada di dalamnya. Membolak-balik halamannya. Kalau aku tidak mengerti arti tulisannya, aku akan mengambil terjemahan dari tulisannya. Terkadang, aku berkumpul bersama orang – orang yang memiliki kesenangan yang sama sepertiku. Ya, setiap hariku selalu terisi dengan membacanya

Namun, dikala umurku semakin dewasa. Di saat masa sekolah berakhir, kesibukan baru menerpaku. Aku mencoba untuk meluangkan waktuku bersamanya. Tetapi kesibukan itu terlalu menggodaku. Aku pun mencoba beristirahat untuk fokus kepada kesibukan itu, lalu akan kembali untuk membacanya. Tetapi waktu yang terlalu lama membuat rasa malasku menjadi sebuah penyakit yang tidak akan ada obatnya. Aku mulai sedikit demi sedikit meninggalkannya. Kehidupan dunia terlalu menggodaku untuk jauh darinya. Ia pun terlihat sedih.

Lalu suatu saat, ketika aku selesai mengadukan keluhanku pada Sang Pencipta, kumpulan suara menggodaku untuk tetap mendengar. Sebuah lantunan yang indah, dan membuatku merindukan sesuatu. Lantunan tulisan dari ayat – ayat yang diturunkan Ia Sang Pemberi Rahmat. Ya, lantunan yang datang darinya, sebuah buku kecil yang telah lama kutinggalkan. Aku pun secepatnya berlari menuju tempat aku menyimpannya. Saat kulihat ia lagi, wajahnya kusam mungkin karena terlalu lama menunggu. Ia lalu tersenyum padaku, membuatku ingin kembali membacanya. Sebuah kebiasaan lama yang hilang karena nafsu dunia yang begitu kuat menyerang hatiku yang lemah.

Hariku bersamanya, tidak, tidak akan lagi berkurang. Aku akan selalu ada untuk membacanya, walau kehidupan dunia mengguncang batinku. Tetapi bukankah waktu bisa di seimbangi. Karena Sang Maha Adil telah membuat waktu sempurna untuk semuanya.

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]

5 thoughts on “HARIKU BERSAMA Al-Huda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s