WANITA, BEGITU KAU ISTIMEWA 1

Pernah ada seorang teman non-muslim bertanya padaku, kenapa sih wanita di dalam agama Islam diharuskan memakai kerudung, menurut pada suami, dipoligami dan berbagai hal yang membatasi seorang wanita ? Apakah Islam tidak mengenal emansipasi wanita, sehingga wanita selalu menjadi budak seorang lelaki dan diberatkan hukumannya sehingga mereka harus menutup seluruh tubuhnya ?

Wah, pertanyaan cukup sulit nih buat saya. Apalagi ilmu saya yang masih ‘cetek’. Padahal sebenarnya di Islam wanita itu sungguh sangat diistimewakan. Saya akan coba jawab nih buat teman yang bertanya.

  1. Soal kerudung dan jilbab

Nah, jadi di dalam agama Islam, perempuan yang telah akhil baliq di haruskan memakai kerudung. Referensinya ada pada ayat ini :

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nuur: 31)

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Al Ahzab :59)

Nah, dapat dilihat kalau maksud ayat di atas pemakaian kerudung dimaksudkan untuk menjaga wanita tersebut.

Dari google

beda jilbab dan kerudung (khimar)

Di dalam ajaran islam, aurat wanita meliputi seluruh bagian tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Logikanya begini, bayangkan bila anda diberi dua buah permen. Yang satu dibungkus dan satunya lagi tidak. Lalu kedua permen tersebut dijatuhkan ke atas tanah secara bersamaan. Nah, pertanyaannya, permen mana yang akan anda pilih untuk dimakan ? Tentunya yang dibungkus bukan. Yup, begitu pula seorang wanita. Wanita yang berkerudung dan berjilbab lebih aman dirinya di bandingkan wanita yang tidak memakai jilbab dan kerudung. Saya pernah membaca sebuah buku yang mengibaratkan kalau pria itu tercipta dengan 2 pikiran dan ¼ hati, sedangkan wanita tercipta dengan 2 buah hati dan ¼ pikiran. Pada saat seorang pria melihat wanita, mereka bisa mendeskripsikan isi dalam wanita tersebut. Imajinasi mereka sangatlah tinggi. Bahkan hanya dengan memandang foto wajah saja, seorang pria bisa berfantasi keseluruhan tubuh wanita tersebut. Itu hanya sebuah foto wajah, bagaimana dengan foto seluruh tubuh.

Begitulah Islam melindungi wanita.  Dengan kerudung dan jilbab. Dalam bahasa kerudung itu adalah kain yang menutupi kepala hingga ke dada dan jilbab itu adalah pakaian yang menutup seluruh tubuh. Nah, pertanyaannya, bagaimana dengan definisi jilbab yang sekarang lagi marak di kalangan anak muda jaman sekarang. Kalau teman – teman saya menyebutnya jilbab gaul. Bentuknya berupa kain segi empat, tipis yang menutupi kepala hingga ke leher. Ya, leher dengan dada yang tetap terlihat. Nah, ini juga yang jadi salah satu masalah. Sudah disebutkan di atas kalau lelaki itu punya imajinasi yang tinggi. Nah, walaupun kepala ditutup dengan ‘jilbab gaul’, tapi aurat sesungguhnya (dalam hal ini maaf, dada wanita merupakan aurat 50% selain bokong) tetap saja terlihat walau ia tertutupi oleh baju. Dan otomatis seorang pria mesum bisa membayangkan dari luar isi dari wanita itu.

Pertanyaan lainnya, bagaimana dengan yang memakai jilbab tapi kelakuannya itu, parah banget. Ini juga yang sering ditanyakan pada saya (waduh padahal ilmu saya masih cetek banget loh). Jadi gini, jilbab ama kerudung itu adalah sebuah hal yang berfungsi untuk melindungi seorang wanita dari yang namanya ancaman-ancaman setan yang mempengaruhi laki-laki, menjaga tubuh mereka dari pandangan syahwat, serta menandai mereka seorang muslimah. Untuk masalah kelakuan, ini bukanlah sebuah patokan. Seorang yang naik haji saja bisa berbuat senonoh kok. Inti sebenarnya adalah iman dari seseorang. Ketika seseorang dapat menjaga imannya tetap selalu bersih, seimbang dan selalu mengetahui kalau ia selalu diawasi oleh Allah tentu saja ia akan berkelakuan yang baik sehingga ia menjadi seorang yang bertaqwa. Berbeda dengan seseorang yang tidak dapat menjaga imannya sehingga setan dapat mengelabuinya. Orang yang tak pakai jilbab dan kerudung pun bisa menjadi baik, tapi ia tidak aman dari syahwat lelaki. Ada loh pertanggungjawaban wanita akan tubuhnya di akhirat kelak, yaitu dosanya telah membuat lelaki yang bukan muhrim bersyahwat padanya.

Ciri-ciri orang bertaqwa tu ada di referensi ayat ini :

Dan bersegeralah kamu pada ampunan dari Tuhan-mu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan ALLAH, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada ALLAH? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.” (Ali-Imron 133-135)

Pertanyaan lainnya, ada yang pernah berspekulasi begini : Bukan gak mau, Cuma belum saatnya saja memakai jilbab. Nah, saya balik bertanya, jadi kapan lagi dong tunggu malaikat maut jemput baru pake jilbab ?

Memakai kerudung atau jilbab emang sulit dan gak bisa dibayangkan oleh seseorang lelaki betapa kerasnya perjuangan seorang wanita dalam menjaga perhiasan mereka. Apalagi dengan cuaca yang tak bisa diprediksi. Banyak yang menyerah memakai kerudung dan jilbab karena panas. Pertanyaanya, itu panas dunia loh, kalau panas neraka gimana, gak takut. Sebenarnya solusi itu banyak. Allah memudahkan manusia dalam segala hal kebaikan. Sekarang banyak loh jilbab dan kerudung yang terbuat dari bahan yang tidak panas. Lalu alasan kedua mundur dari memakai jilbab dan kerudung adalah diejek oleh orang lain, dibilang sok alimlah, sok berdakwah lah padahal kelakuannya begitu. Nah, satu lagi ada ayat :

“Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan” (Al-Insyirah : 5)

Menuju kebahagiaan itu tidak selalu mulus. Ada beberapa hal yang harus dilewati. Sama seperti ketika lebah membuat madu yang manis. Mereka berjuang hidup dan mati mencari serbuk sari, nektar yang merupakan bahan pembentuk madu. Hasilnya, terciptalah madu yang manis yang dapat dinikmati manusia hingga saat ini. Saat kita ingin berubah menuju ketaqwaan yang haqiqi tentunya ada proses menuju hal tersebut. Diejek lah, difitnahlah dan berbagai hal lainnya. Ketahuilah, Allah tidak menguji hambaNya diluar kemampuan mereka. Selalu ada jalan lurus diantara jalanan yang berbelok. So, move on terus, tetap istiqomah. Berat loh menjaga perhiasan tersebut, sehingga seorang lelaki terkuat saja takkan mampu melakukannya. Itulah betapa istimewanya wanita di dalam Islam.

Nah, buat yang muslimah, ayo mulai perbaiki diri. Dari sekarang, gak perlu nunggu hidayah dulu baru berubah. Sama seperti pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati J

Nah, buat temanku, ini jawaban dari pertanyaanmu. Saya hanya bisa menjawab sepengetahuan saya saja, sejelasnya lebih baik tanya pada ahlinya. Next saya akan coba jawab pertanyaan yang lain.

See u all.

One thought on “WANITA, BEGITU KAU ISTIMEWA 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s