KETIKA INDONESIA BERBATASAN DENGAN NEGARA SUMATERA

Kompasiana.com

Loh, ini maksudnya apa ya ? Abang yang nulis aneh, masak Indonesia berbatasan dengan negara Sumatera, itukan nama salah satu pulau di Indonesia.

Mungkin kalau yang baca postingan saya anak SD pasti komenannya begitu,hehe. Eh, emang ada anak SD ngeblog ?

Nah, kali ini saya mau mengajak teman-teman pembaca agak berimajinasi sedikit soal gimana jadinya kalau suatu waktu Indonesia tiba-tiba terpecah belah dan pulau-pulaunya membentuk negara-negara sendiri. Ada negara Sumatera, negara Kalimantan, negara Sulawesi dan negara-negara lain termasuk Indonesia yang saat itu wilayahnya menjadi hanya sebesar wilayah Jakarta doang.

Pernah kebayang gak, kalau misalnya kita ingin berkunjung ke salah satu wilayah Sumatera, yang biasanya cukup pake bus atau kapal atau pesawat yang hanya modal tiket doang, berubah menjadi lebih ribet yaitu harus ngurus visa, pasport dan sebagainya.

Nah terus beberapa perubahan terjadi, di setiap kepulauan punya presidennya sendiri, kabinet sendiri, dan undang-undangannya sendiri. Mereka pun juga punya kebijakan-kebijakan sendiri untuk negara dan rakyatnya. Lalu lambang negaranya pun berbeda-beda, di negara Sumatera lambangnya harimau sumatera, Kalimantan lambangnya Biawak, di Jawa lambangnya burung bangau, di Sulawesi lambangnya orangutan, di Papua lambangnya burung cenderawasih. Sedangkan lambang Garuda Cuma ada di Indonesia.

Lalu kekuatan militernya juga punya sendiri-sendiri dan ada kemungkinan negara Sumatera menyerang negara Kalimantan, atau setiap negara menyerang dan memperebutkan negara Indonesia.

Bahasa-bahasanya pun lain, di setiap negara punya bahasa tersendiri dan bahasa Indonesia hanya sebagai bahasa pendukung saja seperti bahasa Inggris.

Terus pernah kebayang nggak di setiap pelajaran SD, para siswa tidak lagi dikenalkan tentang Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau kayak jaman-jaman kita dulu, tetapi mereka hanya mengenal Indonesia hanya seluas Jakarta dan sejarahnya Indonesia dulunya adalah sebuah negara besar.

“Wah, gile gan kalau gitu ogah Indonesia, jangan sampe pecahlah, ribet”

Nah, jangan salah. Dulunya kepulauan Indonesia pernah terpisah-pisah membentuk negara-negara bagian yang tergabung dalam Republik Indonesia Serikat. Itu terjadi pada tahun 1949-1950an. Ini merupakan hasil kesepakatan hasil tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Saat itu RIS terdiri dari satu negara pusat yaitu Jakarta dan 16 negara bagian. Presidennya masih sama yaitu Ir. Sukarno, namun di setiap negara bagian punya pemimpin negara tersendiri.

Negara-negara itu adalah :

  1. Negara Republik Indonesia (RIS)
  2. Negara Indonesia Timur
  3. Negara Pasundan, termasuk Distrik Federal Jakarta
  4. Negara Jawa Timur
  5. Negara Madura
  6. Negara Sumatera Timur
  7. Negara Sumatera Selatan

Dan negara yang otonom sendiri yaitu :

  1. Jawa Tengah
  2. Kalimantan Barat (Daerah Istimewa)
  3. Dayak Besar
  4. Daerah Banjar
  5. Kalimantan Tenggara
  6. Kalimantan Timur (tidak temasuk bekas wilayah Kesultanan Pasir)
  7. Bangka
  8. Belitung
  9. Riau

Dan fakta sebenarnya, hal ini terjadi karena pihak asing ingin melemahkan kekuatan Indonesia dan memecah belah penduduknya, sehingga mereka bisa menguasai Indonesia kembali. Ini karena saat itu Indonesia menjadi negara yang sangat mengancam kedudukan pihak asing di wilayah Asia. Wah.

Nah, mungkin itu juga yang terjadi jikalau pulau-pulau Indonesia saat ini mulai memisahkan diri. Seperti halnya Timor-Timur yang membentuk negara tersendiri. Lalu ada aliansi-aliansi sperti Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan dan Republik Papua Merdeka yang mungkin saja dapat mengakibatkan Indonesia benar-benar terpecah.

Lalu, salahnya dimana, kenapa mereka ingin memisahkan diri? Yang saya tahu sih alasannya banyak, dari keadilan pemerintah yang gak jelas, hasil tambang yang tak bisa dinikmati sendiri malah dibagi ke pihak asing, sampai hal-hal yang menyangkut sejarah. Hal ini pun sangat merugikan antara kedua belah pihak, karena menyebabkan korban jiwa yang banyak.

Jadi, kalau gini apa gunanya dong dulu nenek moyang kita berjuang merelakan jiwa dan darahnya untuk mempertahankan negara ini kalau ternyata Indonesia tetap tidak bisa dipertahankan ?

Wah, andaikan mereka bisa dihidupkan kembali dengan jutsu edo tensei pasti dah para pahlawan kita marah besar terus menyerang kita penduduk Indonesia saat ini yang telah menyia-nyiakan perjuangan mereka. Miris

@Catatan :

Ini Peer buat kita generasi penerus dan pemerintah saat ini

3 thoughts on “KETIKA INDONESIA BERBATASAN DENGAN NEGARA SUMATERA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s