ANTARA PROFESI, OBSESI DAN PENGABDIAN

onlinesoftskills.wp.com

Kemarin pas lagi nongkrong di kelas nungguin dosen yang tak kunjung datang, tiba-tiba teman saya nyeletuk “Ui coy, bro, mamen, bray, sop, sop ayam, sop kambing, abis tamat ini dah pada tahu belum mau kemana ?”.

Prutttttttttt……

Wah, tiba-tiba entah ada angin apa (rupanya bau kentut teman saya di sebelah) saya tersadar, bener juga kata si kawan ini, tumben pinter ni orang nanyanya.. -__-

Ngomong-ngomong soal pada mau kemana selesai kuliah ini, saya baru sadar faktanya banyak lulusan perguruan tinggi bingung mau melanjutkan kemana setelah wisuda, apakah bekerja atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan pilihan-pilihan pun mulai membayangi pikiran mereka. Misalnya kalau bekerja mesti bersaing dulu dengan ribuan orang pendaftar yang rata-rata juga pada baru tamat kuliah. Resikonya, ya ditolak dan terpaksa cari lowongan lain. Terus kalau pilihannya melanjutkan kuliah lagi, S2 misalnya, harus memikirkan ulang soal dana. Kalau ada beasiswa pun yang ditawari Cuma untuk yang memiliki IPK cemerlang, yang nggak mesti ikut ujian sana-sini. Resikonya ya gagal terus nganggur dan beralih mencari lowongan kerja. Kalau ada kenalan atau keluarga di perusahaan yang dituju lebih gampang, tapi kalau tidak ya balik lagi nyari lagi.

Nah, kasus lainnya soal pengabdian. Seluruh universitas di Indonesia punya target mahasiswa harus mendalami tugas setelah lulus nanti yaitu sesuai dengan tridharma perguruan tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian. Nah soal penelitian, di Indonesia mah sedikit peneliti. Boro-boro meneliti hal yang besar, hal yang kecil saja masih segelintir mahasiswa aja yang melakukan. Yang lain lebih baik kuliah aja deh, terus tamat. Padahal saat ini negara kita butuh banyak peneliti. Terus masalah pengabdian, ini masih pro dan kontra di antara sahabat-sahabat saya. Kita pernah bahas kasus, misalnya kita kerja di suatu perusahaan di bidang konstruksi. Nah tahu sendiri kan kalau di negara kita namanya sengketa tanah, pembebasan lahan itu adalah hal yang rumit. Ujung-ujungnya mesti menggusur warga yang tinggal di daerah yang mau dibangun karena warganya gak mau ngalah. Otomatis warga dendam ama tu perusahaan, dan pekerjanya kan kita. Bukannya kita lulus buat ngabdi dan mensejahterakan masyarakat negara ini, kalau ujung-ujungnya gini sama aja menyiksa masyarakat juga (itu pendapat dari teman saya yang menyebabkan kami berspekulasi macam-macam).

Terus kalau gitu mau jadi apa dong, kalau misalnya semua itu beresiko ?

Jawabannya simpel. Itulah hidup. Sama seperti kalau kita mau naik kelas, harus ikutan ujian yang kebanyakan soalnya rumit. Kalau kita nggak belajar dan menjawab sesuai isian soal, kita bakal gagal untuk naik kelas. Tapi kalau kita bisa belajar dan mengisi jawaban yang sesuai dengan soal, pasti kita bakal lulus. Dan semuanya di sutradarai oleh Allah. Dari pembuat soal, pengawas ampe joki yang mempermudah pun itu Allah yang berperan. Dan pesertanya ya kita, si murid yang ingin naik kelas.

Nah, tentang masalah profesi, obsesi ama pengabdian, mari tawakal aja. Kita yang tahu kita mau jadi apa. Lalu Allah yang tahu kita butuhnya apa.

Sekian – tulisan kedua di bulan Maret

2 thoughts on “ANTARA PROFESI, OBSESI DAN PENGABDIAN

  1. 1. peneliti banyak tapi kurang fasilitas. jadilah harus ke luar negri buat riset.
    2. riset yang ga murah ini, sudah pake biaya sendiri, kalo dibawa ke Indonesia, ga dihargai pula. bikin kecewa.
    3.dana pemerintah buat penelitian itu masih jauh dari kurang

    kesimpulannya jangan salahin peneliti yang prefer kerja di luar negri ato kerja di luar program studinya. kurang dianggap soalnya. bahkan pak habibie dulu aja ga digubris sama pemerintah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s