SAYA DAN ADIK-ADIK SAYA

ukhuwah-islamiyah

       Terlahir paling awal itu ada enaknya ada juga gak enaknya loh. Kalau bercerita dari tidak enaknya, ya kalau ada apa-apa yang paling awal lahirlah yang kena imbas duluan, walaupun yang bikin salah sebenarnya si adik. Nah kalau ngomongin enaknya, duluan lahir itu punya kekuasaan tertinggi di kalangan dia dan adik-adiknya. Pokoknya kalau lagi gak ada orang tua di rumah, si paling tua yang mengambil alih kekuasaan di rumah. Mulai dari nyuruh sana sini sampai marahin mereka pun nggak apa-apa, soalnya tiada tempat mereka untuk mengadu, hehe.

                Nah kali ini saya mau cerita dikit tentang adik-adik saya, para lelaki yang sedang dalam masa menuju dewasa dan selalu ingin mengejar abangnya.

                Adik saya yang pertama namanya Dana. Orangnya lebih tinggi, lebih ganteng, dan lebih cerdik dibandingkan saya. Dalam hal musik, Dana jagonya. Dia bisa mainkan semua alat musik, mulai dari gitar, drum, piano sampai bass pun ia mahir. Apalagi dengan suara yang lebih bagus dari saya (-_-) membuatnya terlihat sempurna. Dana juga salah satu pengoleksi piala di keluarga kami. Pialanya dah bejibun, ampe memenuhin lemari. Nah, ada cerita unik antara saya dan dirinya. Dulu waktu kecil orang tua kami sering memakaikan kami baju yang sama sehingga terkesan seperti anak kembar. Jadi kalau orang-orang liat kami tu selalu bilang “Anaknya kembar ya buk”. Saya sering menjulukinya “Si Panjul alias Pantang gak Julur”, soalnya ni anak tukang jalan-jalan dan keluyuran ampe mala ama malas banget bersihin rumah. But, satu yang saya banggain dari ni anak adalah kemandiriannya dan kegigihannya. Soalnya dia sekarang sudah memiliki pekerjaan sebagai karyawan honorer di sebuah sekolah+kuliah juga.

                Adik kedua saya namanya Boy. Yang ini dibilang gemuk nggak, buncit pun nggak. Namun badannya tu besar banget, dan tingginya hamper-hampir menyamai saya, padahal masih kelas 1 SMA (emang sayanya yang pendek kali ya). Si Boy adalah lelaki paling hitam di keluarga kami. Orang-orang sering menjulukinya orang India, karna porsi kulit ama wajahnya yang mirip amat ama lelaki India yang hitam manis. Ditambah hidungnya yang mancung menambah kegemasan orang yang melihatnya. Nah adik saya yang satu ini punya keanehan. Ia selalu merasa lapar. Satu hari bisa 5-6 piring nasi ia makan walaupun tanpa lauk dan Cuma pakai kecap atau kerupuk doing. Segala macam makanan ia makan. Si Boy juga bisa dibilang yang paling terlihat pubernya di rumah. Tak pernah lepas dari sisir dan pembersih wajah. Nah satu yang merupakan kelebihan dari adik saya ini, orangnya pandai banget soal meng-hack sesuatu. Mulai dari game, facebook bahkan mungkin website kali bisa juga. Namun sayangnya warnet telah menjebak keahliannya tersebut sehingga gak bisa berkembang. Nah, si Boy ini juga punya kesamaan dengan saya, yaitu sama-sama belum punya satu pun piala di rumah -_-.

                Nah adek saya yang paling bungsu namanya si Calvin. Orang biasanya memanggilnya Kalpin (maklum orang Indonesia). Ia adalah yang paling banyak mencetak prestasi dan satu-satunya anak di keluarga kami yang sudah nyobain naik pesawat. Kalpin sangat berbakat di bidang senam lantai. Sudah banyak piala ia koleksi. Mulai dari yang tingkat grup, sekolah, daerah sampai nasional pun pernah. Ini yang membuat saya bangga padanya. Kalpin sangat dekat dengan Boy. Mereka ibarat Tom and Jerry kalau di rumah. Soalnya di sana ada Boy pasti juga ada Kalpin. Namun beberapa bulan ini efektivitas kebersamaan mereka berkurang, soalnya si Kalpin lagi masa puber juga, hehe. Si Kalpin punya kebiasaan buruk yaitu bergadang. Ia juga gak suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan duri ikan, karena trauma waktu masih balita. Nah, si Kalpin ini juga sama kayak Dana, yaitu sudah memiliki gaji di usia yang sangat muda (masih kelas 2 SMP).

                Yup, itu dia sekilas tentang adik-adik saya. Tulisan ini sengaja saya buat untuk melepas kangen dengan mereka. Soalnya saya pulang ke rumah Cuma bisa setahun sekali dan itu pun hanya beberapa hari. Ya, sampai sekarang belum dapat waktu panjang buat menghabiskan liburan bersama adik-adik. Mereka kadang protes soal masa libur saya yang terbilang sangat cepat. Haha, semoga mereka baik-baik aja di sana dan jadi lelaki yang hebat dan berprestasi. J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s