JANGAN BANGGA JADI SARJANA !!

TUKANG = SARJANA ?

“Ngapain sekolah tinggi-tinggi za, toh tamat kerjanya cuma ngaduk semen ama masang batu bata”

Kata-kata ini terlontar begitu aja dari mulut tetanggaku saat bertanya tentang jurusan yang aku tekuni saat ini.

Ya, hampir semua mahasiswa pernah mengalami masa – masa sulit ketika sebuah pertanyaan yang menguras otak ini dan meng-kakukan lidah ini terpanah tajam dari mulut seseorang membidik jantung kita secara perlahan-lahan.

Dilihat dari perpektif masyarakat saat ini, pendidikan masih belum menjadi suatu kebutuhan primer bahkan malah hanya sebagai kebutuhan spesial yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang spesial pula (menurut Mereka). Karena bayangan masa lalu yang menghantui pikiran seakan menyekolahkan anak-anak itu mahal biayanya, menjadikan masyarakat Indonesia lebih memilih anaknya bekerja saja, toh ntar ilmunya dapatnya dilapangan juga kan ? (anggapan sebagian besar loh, bukan seluruhnya).

Gambar

Tukang parkir liar aja gajinya 4 juta bro

Nah faktor inilah yang menjadi alasan mengapa sekolah di Indonesia itu susah, padahal orang luar sana jauh-jauh buat menuntut ilmu di Indonesia. Faktor lainnya tentang persepsi masyarakat karena melihat angka pengangguran di Indonesia yang tinggi banget. Bahkan disuatu artikel yang pernah saya baca, diantaranya para sarjana. “Bah, sarjana aja nganggur, apalagi kite-kite yang gak sekolah. Ngabisin duit aje buat sekolah, toh jadi tukang juga akhirnya”, kata seorang warga yang di lakban namanya. Bahkan orang ngemis aja lebih berpenghasilan daripada sarjana pengangguran.

Lah terus, buat apa dong ada Perguruan tinggi ama sekolah-sekolah di Negara kita kalau bukan untuk memberi ilmu ?

Nah tu dia, sebenarnya. Derajat orang berilmu itu lebih tinggi dimana-mana. Terus ilmu itu murninya didapat dari bangku sekolah. Seharusnya orang yang lebih tinggi sekolahnya pasti lebih tinggi ilmunya dan lebih loyal memberikannya. Kalau kita tidak sekolah, bangsa kita hanya akan selalu menjadi buruh. Dan kalau hanya sebagai buruh, ngapain Sukarno, Ki Hajar Dewantara, Kartini dan lain-lain capek-capek ngurusin upaya agar seluruh rakyat kita bisa menikmati sekolah. Apalagi kalau tidak untuk menjadikan bangsa ini bangsa yang maju, sebagi pemimpin bukan sebagai buruh. Apalagi pada 2015 nanti, Global Trade dimana semua bangsa bisa bekerja dimana saja. Kalau masyarakat kita gak berilmu, bisa-bisa malah orang asing yang menduduki kursi jabatan tertinggi, sedangkan kita tetap sebagai buruh. Mau ? Nggak kan. So jadi, jangan bangga dulu dengan gelar sarjana yang kamu peroleh kalau kamu nggak bisa buktiin pada bangsa kita kalau dengan jadi sarjana kita lebih mampu lagi memajukan bangsa ini.

Terus, gimana dong jawab pertanyaan di pengantar tadi ? Kalau saya cukup jawab : Kalau tukang, emang kerjanya masang batu terus di gaji. Kalau saya, menggaji orang yang menggaji penggaji yang menggaji penggaji tukang tersebut :mr.green:

5 thoughts on “JANGAN BANGGA JADI SARJANA !!

  1. Klo tukang hanya taunya masang batu, selesai… Klo sarjana, seharusnya lebih tau bagaimana masang batu yg benar, untuk keperluan apa batu itu dipasang, bagaimana pasangan batu tsb kuat, awet dan bermanfaat? Jangan hiraukan apa kata orang, jadikan hal tsb semangat.. Semoga ilmu anda bermanfaat & barokah…

  2. Sarjana itu butuh.. apa pun jurusannya soalnya dr S1 yg penting cara berpikirnya ⇨ berlogika dan tiap ngomong hrs pake dasar (bs dipertanggungjawabkan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s