TEKNIK SIPIL USU (2) : SEBUAH KISAH DARI PARA ALUMNI

CIVIL ON UNITY

CIVIL ON UNITY

Kalau postingan yang lalu saya bercerita sedikit tentang Teknik Sipil USU, kali ini saya mau cerita tentang kehidupan para penghuninya. Dari pertama kali masuk sampai sekarang saya paling suka mendengar kisah pengalaman hidup para alumni dan senior ketika mereka menyandang status sebagai mahasiswa teknik sipil USU.

Nah salah satunya cerita dari dosen saya Pak Andi. Pas masa beliau dulu ketika lagi berlangsung kegiatan belajar-mengajar, ada saja yang aneh. Mulai dari dilempar batu kaca kampus oleh fakultas tetangga, sampe masalah ujian yang sampe bawa-bawa klewang biar lulus. Yang lebih lucu pas beliau cerita, dulu pas anak sipil lawan diserang anak sastra, ada beberapa mahasiswa yang terlibat dipanggil ke ruang kepala jurusan. Firasat akan dimarahi habis-habisan, ternyata tanpa diduga malah disuruh untuk menyerang balik buat harga diri. Wah, luar biasa sipil jaman dulu.

Ada juga kisah alumni tahun 90-an. Ketika itu ada seniornya yang punya masalah ama dosen soal tugas baja (ampe sekarang pun yang namanya tugas baja masih jadi masalah buat mahasiswa). Nah, karena tak kunjung ACC dari sang dosen, suatu waktu si senior ini datang nemuin dosennya. Ia pun meminta ACC dari sang dosen dengan meletakkan kertas tugas dan “sebilah klewang”. Dikira si dosen bakal takut, dengan enteng sang dosen mengambil sesuatu dalam tasnya dan ternyata, “klewang yang lebih besar dan lebih tajam keluar mengarah ke arah mahasiswa itu. Langsung deh, tanpa basa basi ia pun kabur sembari minta maaf. Haha🙂

Lain halnya dengan Pak Kaler. Alumni angkatan 60an ini bercerita soal para dosen generasi tua yang kini masih mengajar. Salah satunya yang masih ia ingat adalah Pak Daniel. Ia cerita dulu beliau memang mahasiswa luar biasa pintarnya. Terus ia cerita tentang Pak Armen yang jadi juniornya. Beliau dulu hobinya teriak-teriak. Hobi maen bola dan merupakan “preman” di sipil bahkan sampai sekarang.

Mungkin itu sedikit kisah-kisah kehidupan para mahasiswa sipil jaman dulunya. Solidaritas, kekompakan merupakan motto utama sipil dari masa ke masa. Namun kini seperti ada kesenjangan sosial yang terjadi. Perbedaan angkatan, sistem kerajaan, dll. Ya, itulah penghias sipil agar ia selalu hidup dari masa ke masa.

Satu impian saya ialah mewakili Teknik Sipil USU di ajang KJI yang belum pernah kami ikuti. Ya, sipil USU akan selalu hidup dan akan berkembang dan takkan pernah mati selama semua orang membutuhkan fasilitas dan infrastruktur dalam kehidupan mereka.

SIPIL !!! JAYA !!!

One thought on “TEKNIK SIPIL USU (2) : SEBUAH KISAH DARI PARA ALUMNI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s